Pengertian International Maritiem Organization

International Maritiem Organization
Berikut akan kami jelaskan tentang International Maritiem Organization.

Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization atau IMO (dulunya dikenal sebagai Inter-Governmental Maritime Consultative Organization atau IMCO)), didirikan pada tahun 1948 melalui PBB untuk mengkoordinasikan keselamatan maritim internasional dan pelaksanaannya. Walaupun telah didirikan sepuluh tahun sebelumnya, IMO baru bisa berfungsi secara penuh pada tahun 1958. Dengan berpusat di London, Inggris, IMO mempromosikan kerja-sama antar-pemerintah dan antar-industri pelayaran untuk meningkatkan keselamatan maritim dan untuk mencegah polusi air laut.

IMO dijalankan oleh sebuah majelis dan dibiayai oleh sebuah dewan yang beranggotakan badan-badan yang tergabung di dalam majelis tadi. Dalam melaksanakan tugasnya, IMO memiliki lima komite. Kelima komite ini dibantu oleh beberapa sub-komite teknis. Organisasi-organisasi anggota PBB boleh meninjau cara kerja IMO. Status peninjau (observer) bisa diberikan juga kepada LSM yang memenuhi syarat tertentu.

IMO didukung oleh sebuah kantor sekretariat yang para pegawainya adalah wakil-wakil dari para anggota IMO sendiri. Sekretariat terdiri atas seorang Sekretaris Jendral yang secara berkala dipilih oleh Majelis, dan berbagai divisi termasuk Inter-Alia, Keselamatan Laut (Marine Safety), Perlindungan Lingkungan dan sebuah seksi Konferensi.

Sejarah IMO
Konsep IMO muncul setelah bencana kapal Titanic. Berdasarkan standar modern, rancangan Titanic membuatnya sangat rapuh. Sekat-sekat kedap airnya tidak dipasang hingga atas lambung kapal karena para insinyur perancangnya menghitung bahwa air laut tidak akan mampu masuk ke atas kapal apabila kapal bermuatan wajar. Ketika Titanic menabrak gunung es, perhitungan ini terbukti sangat salah. Dan ketika para penumpang mulai meninggalkan kapal, terlihat jelas bahwa sekoci-sekoci penyelamat tidak cukup tersedia. Alhasil, banyak nyawa dan materi hilang dalam tragedi ini.

Pada saat itu, setiap negara memiliki peraturan sendiri mengenai standar rancangan kapal, konstruksi dan peralatan keselamatannya. Inter-Governmental Maritime Consultative Organization (IMCO) dibentuk sebagai jawaban atas tragedi Titanic, tetapi tertunda perwujudannya ketika Perang Dunia I meletus. Ketika perang berakhir, IMCO dihidupkan kembali dan menghasilkan sekumpulan peraturan mengenai pembangunan kapal dan keselamatannya yang disebut Safety Of Life At Sea (SOLAS) atau Keselamatan Jiwa di Laut. Setiap tahun, SOLAS terus dimodifikasi dan dimodernisasi untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi dan peristiwa-peristiwa baru di laut.

IMCO pada akhirnya berubah menjadi IMO. IMO secara berkala membuat peraturan (seperti International Regulations for Preventing Collisions at Sea atau Peraturan Internasional untuk Menghindari Tabrakan di Laut) yang didukung oleh badan-badan klasifikasi dan surveyor maritim untuk memastikan ketaatan setiap kapal terhadap peraturan yang berlaku. Port State Control authority (atau Otorita Pengawas Pelabuhan Negara) didirikan untuk memberikan kekuasaan kepada penjaga pantai (Amerika Serikat: US Coast Guard, Indonesia: KPLP [Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai]) untuk menginspeksi kapal-kapal berbendera asing yang masuk ke pelabuhan-pelabuhan negara tersebut. Sebuah Memorandum of Understanding (Protokol) telah ditanda-tangani oleh beberapa negara untuk menyatukan prosedur Port State Control di antara negara-negara tersebut

Pelabuhan Ketapang Banyuwangi




Pelabuhan Ketapang adalah sebuah pelabuhan feri di Desa Ketapang, Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali via perhubungan laut (Selat Bali). Pelabuhan dapat dicapai dengan melewati Jalan Gatot Subroto. Pelabuhan Ketapang berada dalam naungan dan pengelolaan dari ASDP Indonesia Ferry. Pelabuhan ini dipilih para wisatawan yang ingin menuju Pulau Bali menggunakan jalur darat. Setiap harinya, ratusan perjalanan kapal feri melayani arus penumpang dan kendaraan dari dan ke Pulau Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk di Bali.

Rata-rata durasi perjalanan yang diperlukan antara Ketapang - Gilimanuk atau sebaliknya dengan feri ini adalah sekitar 1 jam. Selain itu Selat Bali adalah selat yang memisahkan antara Pulau Jawa (di sebelah barat) dengan Pulau Bali (di sebelah timur). Selat Bali dihubungkan dengan layanan kapal ferry dengan Pelabuhan Gilimanuk (di Bali) dan Pelabuhan Ketapang (di Jawa). Dalam jangka panjang, selat ini rencananya akan dibangun jembatan yang menghubungkan kedua pulau tersebut.

Di wilayah ini pernah beberapa kali terjadi insiden kapal karam atau pun tenggelam seperti Kapal Kaltimas III pada 19 April 1994, KMP Trisilia Pratama pada 29 Agustus 1995, KMP Citra Mandala Bhakti pada 7 Juli 2010 dan KMP Rafelia II pada 4 Maret 2016.


INDONESIA DARURAT SAMPAH PLASTIK


Sadarkah kalian setiap hari manusia rutin membuang sampah plastik lalu sampah itu ada yang dibuang ke sungai lalu sampah tersebut terbawa arus sungai sehingga sampah tersebut sampai di laut, sehingga sampah tersebut terus menumpuk. Oleh Karena itu harus ada upaya pengelolaan sampah tersebut sehingga dapat berkurang.

Tujuan pengelolaan sampah adalah membuat sampah memiliki nilai ekonomi atau merubahnya menjadi bahan yang tidak membahayakan lingkungan. Dengan pengelolaan sampah rumah tangga yang benar, kamu dapat membantu untuk menekan dampak negatif sampah terhadap lingkungan.


Bagaimana sih cara pengelolaan sampah yang benar di rumah? Simak cara melakukannya di bawah ini.

1.Pisahkan Sampah Sesuai Dengan Jenisnya
Langkah pertama sistem pengelolaan sampah di rumah adalah memisahkan sampah berdasarkan jenisnya. Secara garis besar kamu dapat memisahkan sampah menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan anorganik.

Siapkanlah dua tempat sampah yang berbeda di rumah yang dikhususkan untuk setiap jenis-jenis sampah. Kalian pasti sudah tahu, sampah organik adalah sampah yang berasal dari alam. Seperti sisa makanan atau daun. Dengan kata lain semua sampah yang dapat terurai dengan mudah adalah sampah organik. Sementara sampah plastik, karet, kaca dan kaleng masuk ke dalam kategori sampah anorganik.

Dengan memisahkan sampah organik dan anorganik, akan memudahkan kamu untuk memudahkan kamu dalam pengelolaan sampah di rumah kamu pada langkah berikutnya.

Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos yang dapat digunakan untuk berkebun.

2.Pengelolaan Sampah Organik
Cara pengelolaan sampah organik yang paling mudah adalah dengan membuatnya menjadi pupuk kompos yang dapat kamu gunakan untuk berkebun. Namun jika kamu tidak suka berkebun atau tidak suka dengan aroma yang ditimbulkan selama pembuatan pupuk kompos, kamu dapat mendonasikan sampah organik ke sahabat yang memiliki hobi berkebun atau penjual tanaman. Karena mereka pasti dengan senang hati menerimanya untuk dibuat menjadi pupuk kompos.

3.Pengelolaan Sampah Anorganik
Sebagian sampah anorganik dapat didaur ulang, seperti kertas, kardus, botol kaca, botol plastik, kaleng dan lainnya. Jika kamu tidak yakin apakah sebuah kemasan makanan dapat didaur ulang atau tidak, kamu dapat memeriksa logo daur ulang pada kemasan makanan tersebut. Jika terdapat logo daur ulang, maka kemasan makanan tersebut dapat didaur ulang. Bawa sampah-sampah anorganik tersebut ke pusat daur ulang sampah terdekat atau kamu juga bisa memberikannya kepada pemulung.

4.Pengelolaan Sampah Berbahaya
Pisahkan sampah-sampah berbahaya untuk dibawa ke pusat daur ulang. Petugas pusat daur ulang pasti tau cara untuk mendaur ulang sampah berbahaya agar tidak merusak lingkungan.

Untuk barang-barang elektronik yang sudah rusak alias menjadi sampah, kamu dapat mengembalikannya ke perusahaan yang memproduksinya. Beberapa perusahaan elektronik menerima barang elektronik bekas untuk mereka daur ulang kembali menjadi produk elektronik baru.

5.Reduce, Reuse and Recycle!
Budayakan gaya hidup Reduce, Reuse and Recycle atau biasa dikenal dengan 3R, dari diri kamu. Biasakan untuk mengurangi pemakaian plastik atau bahan-bahan lain yang sulit terurai. Untuk menghemat penggunaan plastik, kamu bisa baca lebih lengkap di artikel lainnya yang membahas diet sampah plastik.

Kemudian jangan lupa memanfaatkan barang bekas agar bisa digunakan kembali. Seperti memanfaatkan botol plastik bekas untuk dijadikan pot tanaman. Itu hanya salah satu contoh saja. Masih banyak lagi barang bekas yang bisa digunakan kembali dengan ide kreatifmu!

Terakhir, jangan lupa untuk selalu mendaur ulang sampah-sampah yang dapat didaur ulang kembali. Dengan membawa sampah tersebut ke pusat daur ulang, seperti yang telah dibahas mengenai pengelolaan sampah anogarnik di atas.

Memanfaatkan sisa botol plastik untuk dijadikan pot tanaman.
Nah sebagai generasi millennial, apakah kalian sudah melakukan lima langkah pengelolaan sampah di rumah kalian demi planet kita tercinta? Jangan lupa hal yang paling mendasar yang harus selalu dilakukan, yaitu selalu membuang sampah pada tempatnya!

Beberapa Faktor Yang Menentukan Pendapatan atau Gaji Anak Buah Kapal Jabatan Diatas Kapal.


Masih banyak orang yang tidak mengetahui seluk beluk pekerjaan pelaut,yang mereka tahu pelaut atau ABK selalu dikaitkan dengan pendapatan yang tinggi dan gaya hidup yang sok wah suka dugem dan sebagainya.

 Namun benarkah seorang ABK Selalu identik dengan pendapatan yang tinggi dan memiliki kesejahteraan diatas rata-rata sebagai seorang pekerja?

Kalau kita melihat fakta yang ada pendapat tersebut tidak sepenuhnya salah namun tidak juga dibenarkan jika cap tersebut deperuntukan bagi semua profesi Anak Buah Kapal.

Pendapatan/gaji seorang Anak Buah Kapal bergantung banyak faktor mulai dari faktor jabatan hingga di perusahaan mana dia bekerja.

Meski ada sebagian pelaut yang memiliki tabiat atau kebiasaan dengan gaya hidup yang suka menghamburkan uang dengan dugem dan sebagainya,namun sejatinya hal itu tidak berarti semua pelaut memiliki perilaku yang sama.

Banyak sekali pelaut yang sangat arif dan memiliki pendapatan tinggi namun tetap sederhana bahkan pelaut yang bekerja di tanah air masih banyak yang memiliki pendapatan sangat kecil sehingga jangankan untuk berfoya-foya sekedar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya saja masih kekurangan.

Inilah sisi unik dan begitu beragamnya seorang yang berprofesi sebagai Anak Buah Kapal.

Dan jika kebetulan pembaca adalah salah satu orang yang tertarik dengan dunia pelaut,dan ingin menjadi seorang pelaut sebaiknya baca terus untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana potensi sebenarnya menjadi seorang pelaut.



Kita juga perlu tahu faktor apa saja yang mempengaruhi gaji seorang pelaut,karena jika kita hanya tahu bahwa pelaut atau ABK itu memiliki gaji yang besar maka bisa-bisa kita terjebak dan menyesal setelah menjadi pelaut jika ternyata pendapatanya tidak sebesar yang diharapkan.

Beberapa Faktor Yang Menentukan Pendapatan atau Gaji Anak Buah Kapal Jabatan Diatas Kapal.

Jika pembaca betul-betul awam tentang dunia pelaut saya yakin mereka tidak tahu banyak jika jabatan pelaut atau ABK sangat menentukan pendapatan atau gaji.

Masih banyak yang keliru menilai karena pemikiran bahwa anak buah kapal selalu identik dengan gaji besar,namun faktanya tidak selamanya terbukti.

Sehingga tidak sedikit orang-orang awam terjerumus dan ikut-ikutan untuk menjadi pelaut tanpa dibekali pengetahuan yang cukup dan ketika mereka terjun ke dunia sebenarnya mereka menyesal lantaran pendapatan yang ia dapatkan tidak seindah dengan apa yang ia harapkan.

Bekerja diatas kapal dengan bermodal ijazah SLTP kemudian mengikuti semua prosedur dengan mengambil sertifikat pelaut yang terdiri dari berbagai kursus keselamatan pelaut dan berbagai perlengkapan lain seperti medikal,passport dan buku pelaut tidak serta merta akan mengantarkan kita menjadi pelaut dengan bayaran yang tinggi.



Meskipun persyaratan dan biaya yang diperlukan untuk bisa menjadi pelaut pemula ini tergolong sangat sulit,mahal dan penuh birokrasi namun setelah apa yang sulit itu terlewati masih lagi dihadapkan dengan kesulitan selanjutnya yaitu mendapatkan pekerjaan.

Dan fakta di lapangan sangat jarang pelaut baru mendapatkan penghasilan yang baik sesuai yang diinginkanya apalagi jika kita benar-benar mengawali karir pelaut dari bawah.

Hampir semua perusahaan dengan gaji yang lumayan menginginkan calon tenaga kerjanya harus dari pelaut yang telah berpengalaman.

Meskipun jabatan di atas kapal hanyalah seorang pelayan atau mess boy,perusahaan ternama selalu mengharuskan kru kapalnya hanya diisi oleh mereka yang cukup pengalaman.

Sehingga umumnya para pelaut baru benar-benar harus merintis dari bawah dari jabatan terendah sebagai kelasi atau pelayan dan pada perusahaan dengan bayaran yang rendah pula.

Sudah tidak asing lagi bagi pelaut Indonesia jika mereka mendengar ABK dengan gaji rendah bahkan masih banyak yang di bawah standar UMR para pekerja di darat,setidaknya sampai saat artikel ini dibuat.

Sangat miris memang namun begitulah faktanya,hanya setelah mendapat cukup banyak pengalaman para pelaut pemula ini baru bisa mulai melangkahkan kaki untuk bekerja di perusahaan-perusahaan dengan gaji yang lebih baik.

Meskipun tidak mudah,namun setidaknya kesempatan itu mulai terbuka.Sebenarnya ada saja cara lain agar bisa langsung bekerja diperusahaan yang cukup baik yaitu dengan memalsukan pengalaman atau dengan menggandeng broker atau teman atau kerabat yang sudah lebih dulu atau mempunyai posisi tertentu di perusahaan tersebut.

Sayangnya cara-cara tersebut tidak saya sarankan karena tidak sesuai prosedur yang baik,disamping beresiko pemecatan jika kita diketahui telah melakukan perbuatan curang.

Setelah bisa mendapat pekerjaan di perusahaan yang layak minimal kita bisa lega karena mendapatkan gaji yang lebih baik,meski memiliki jabatan paling rendah.

Kita ambil contoh jika pendapatan seorang kapten atau nakhkoda kapal bisa mencapai Rp.20.000.000,- perbulan maka seorang pelaut pemula yang merangkak dari bawah bisa mendapatkan gaji antara Rp.2000.000,-s/d Rp.4000.000,.

Angka-angka tersebut tidak bisa dipastikan karena lagi-lagi banyak faktor seperti kebijakan perusahaan dan juga besar kecil kapal,jenis kapal dan sebagainya.

Jumlah tersebut berlaku bagi pelaut yang bekerja di perusahaan lokal Indonesia,karena banyak pelaut asing justru memiliki standard yang baik dalam pemberian upah kepada kru kapalnya nanti kita akan sedikit bercerita tentang besar kecil nya gaji di kapal asing.

Namun demikian akhir-akhir ini sudah mulai banyak perusahaan dalam negeri menaikan standar gaji kru kapalnya ke level yang lebih baik.

Mudah-mudahan cepat terealisasi standarisasi gaji pelaut terutama bagi pelaut yang bekerja di tanah air.

Karena sungguh sangat memprihatinkan jika membandingkan standar upah pelaut di Indonesia dengan para pelaut dari negara maju lainya.

Bagaimana caranya agar bisa mendapatkan gaji yang tinggi sebagai pelaut?

Salah satu cara terbaik adalah menjadi pelaut setelah mendapatkan ijazah dari akademi pelayaran,ini adalah cara tercepat mendapatkan gaji tinggi karena para lulusan dari akademi pelyaran seperti PIP,STIP dan lainya, mereka akan bekerja diatas kapal sebagai perwira kapal.

Baik jurusan mesin ataupun dek memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan gaji yang besar.

Namun jika mungkin anda adalah orang tua yang merasa kesulitan untuk menyekolahkan anaknya hingga level akademi maka salah satu pilihan terbaik ke dua adalah menyekolahkan anak ke Sekolah Pelayaran Menengah.

 Sekarang sekolah ini disebut sebagai SMK Pelayaran.

Mereka para lulusan akademi pelayaran ataupun SMK pelayaran memang tidak langsung menjadi Kapten kapal atau Kepala Kamar Mesin bagi jurusan tekhnik mesin,namun dengan menjabat sebagai perwira kapal maka gaji yang diterima akan berkali-kali lipat jika dibandingakan pelaut-pelaut yang merangkak dari bawah.

Meski begitu bagi yang merintis karir bukan dari akademi atupun SMK Pelayaran anda masih boleh bernafas lega karena ada satu kelebihan merintis karir sebagai pelaut,disamping kemungkinan mendapat penghasilan tinggi karir seorang pelaut bisa terus naik sesuai dan tergantung usaha pelaut itu sendiri.

Jadi meskipun sekarang ini seorang pelaut mengawali karirnya dari bawah sebagai pekerja anak buah kapal yang menempati posisi paling bawah dan gaji terendah diatas kapal namun mereka tetap memiliki kesempatan menjadi seorang kapten kapal atau kepala kamar mesin sebagai jabatan tertinggi diatas kapal jika pelaut tersebut mau mengembangkan karirnya dengan serius.

Bagaimana caranya?Dalam karir seorang pelaut mereka memiliki kesempatan untuk menaikan level ijazah pelautnya setiap minimal dua tahun masa layarnya.

Jadi ketika level ijazah seorang pelaut sekarang ini adalah rating maka setelah dua tahun masa berlayar mereka bisa mengikuti pendidikan di lembaga diklat yang ditunjuk oleh departemen perhubungan laut untuk mengambil ijazah setingkat lebih tinggi yaitu Ijazah Ahli Nautika/Mesin tingkat 5 setelah memiliki ijazah tingkat 5 mereka bisa melamar menjadi perwira dek/mesin sesuai jurusan dikapal-kapal ber tonase kecil seperti tugboat dan sejenisnya.

Nah pada dua tahun setelah berpengalaman memiliki ijazah kelas 5 maka mereka kembali bisa mengambil ijazah Ahli Nautika/Mesin tingkat 4 atau setara dengan mereka yang memiliki ijazah dari SMK Pelayaran.

Begitu seterusnya hingga mencapai tingkatan tertinggi yaiu Ahli Nautika tingkat 1 atau Ahli Mesin tingkat 1.

Jika para pelaut telah memiliki ijazah tingkat paling tinggi ini maka mereka memiliki kesempatan yang sama dengan para pelaut lainya bahkan bisa bersaing meski mereka yang berasal dari akademi sekalipun.

Memang cukup panjang perjuanganya namun semua bisa dicapai dengan niat dan disiplin yang serius.

Dengan memahami dan mengerti bahwa pendapatan atau gaji seorang pelaut dipengaruhi banyak faktor,diharapkan para pelaut baru tidak terjebak oleh kesalah pahaman yang membuat merasa dirinya salah atau tertipu dengan menjadi pelaut apalagi jika mereka benar-benar megawali karir dari bawah.

Pengetahuan Dasar Eksportir


Pengetahuan Ekspor

Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean. Sedangkan yang dimaksud dengan daerah pabean adalah Wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat perairan dan ruang udara diatasnya, serta tempat – tempat tertentu di zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlakku Undang – Undang 1006 tentang Kepabeanan.Ekspor berdasarkan ketentuan yang dituangkan dalam UU Republik Indonesia No 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Eksportir perlu mengetahui tiga hal pokok yaitu :

  1. Mengenal pelaku di bidang ekspor
  2. Mengenal dokumen yang terkait di bidang ekspor
  3. Mengenal proses perdagangan ekspor


Pesiapan pelaksanaan ekspor dalam melaksanakan ekspor adalah

Persiapan administratif antara lain peralatan kantor meliputi Letter Head yang menarik dan informatif, personal komputer, fax dan telepon, PO box atau alamat yang jelas.
Persiapan legalitas antara lain Izin Usaha (izin teknis, SIUP, IUI), TDP, NPWP, izin eksportir tertentu.
Persiapan fisik barang antara lain kontrak dengan produsen, Brosur / katalog / leaflet, daftar harga, contoh barang dan yang tidak kalah penting adalah pengetahuan tentang produk.
Persiapan operasional antara lain proses, prosedur dan dokumen ekpor, kebijakan / peraturan ekspor / impor serta strategi ekspor.
Sebagai tambahan yang perlu diperhatikan oleh eksportir

  1. Barang yang diminta oleh buyer
  2. Tata niaga barang
  3. L/C atau kontrak
  4. Ketepatan pengiriman
  5. Hindari klaim dagang

Yang masuk dalam pelaku ekspor dan dokumen yang diperlukan
Produsen
  1. Kontrak Dagang
  2. Manufacture Certificate
  3. Instruction Manual
  4. Brosur
  5. Eksportir
  6. Brosur /leaflet
  7. Offer Sheet
  8. Invoice
  9. Consular Invoice
  10. Packing List
  11. Sales Contract
  12. Weight Note – Measurement List
  13. Letter of Indemnity
  14. Letter of Subrogation
  15. Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB)
  16. Pemberitahuan Ekspor Barang Tertentu
  17. Bank
  18. Akad Kredit
  19. Letter Of Credit
  20. Surat Setoran Pajak (SSP)
  21. Surat Setoran Bea Cukai (SSBC)
  22. Nota Perhitungan Pembayaran Wesel Ekspor
  23. Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang
  24. Certificate of Quality
  25. Test – Certificate
  26. Chemical Analysis
  27. Usaha Jasa Transportasi (Freight Forwarder)
  28. Packing List
  29. Measurament List
  30. Weight Note
  31. Bea dan Cukai
  32. Fiat (izin) memuat barang
  33. Dinas Karantina Makanan
  34. Phytosanitary Certificate
  35. Independent Surveyor
  36. Certificate of Quality
  37. Certificate of Weight
  38. Chemical Analysis
  39. Survetor Report
  40. Inspection Certificate
  41. Dinas Perternakan
  42. Veterinary Certificate
  43. Perusahaan Asuransi
  44. Cover Note
  45. Insurance Policy
  46. Direktorat Jenderal PEN – ITPC – LPEI – Atase Perdagangan – JETRO – KONTRA – AMCHAM – INA dan lain
  47. General information
  48. Trade Information
  49. Trade Mission
  50. Trade Fairs
  51. Trade Consultation
  52. Perusahaan Pelayaran (Shipping Company / Carriers)
  53. Mate’s Recipt (Resi Mualim)
  54. Bill of Leading
  55. Except Bewijs ( EB)
  56. Claim Constatering Bewijs (ECB)
  57. Angkutan Udara
  58. Airways Bill (AWB)
  59. Dinas Perindag
  60. Quota Tekstil – Kopi, dll
  61. Surat Keterangan Asal (SKA ) Certificate of Origin
  62. Angka Pengenal Ekspor (APE)
  63. Angka Pengenal Impor Umum ( API-U)
  64. Angka Pengenal Impor Terdaftar (API-T) / Approved Traders
  65. Kantor Pelayanan Pajak
  66. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  67. Kedutaan Negara Asing
  68. Consuler Invoice
  69. Customs Invoice
  70. Proses Perdagangan Ekspor

Proses perdagangan ekspor adalah langkah – langkah yang harus ditempuh oleh seorang pengusaha yang disebut dengan eksportir yang dimulai dari mempromosikan barang dagangannya kepada calon pembeli, mengajukan penawaran harga, membuat kontrak jual beli ekspor, mengirimkan barang yang terjual kepada pembeli sampai menerima pembayaran dari pembeli. Proses ini dapati dibagi menjadi tahapan proses berikut :

  • Proses terjadinya kontrak dagang ekspor (Sales Contract Process)
  • Proses pembukaan Letter of Credit oleh pembeli (L/C Opening Process)
  • Proses pengapalan barang (Cargo Shipment Process)
  • Proses penguangan dokumen pengapalan (Shipping Documents Negotiation Process
Pengetahuan dasar eksportir ini hanya sebagian pengetahuan besar oleh karena itu apabila benar-benar niat untuk menjadi seorang eksportir pahami lebih mendalam.



Badan Karifikasi Indonesia Gelar Workshop Keselamatan Industri Maritim.



Sebagai upaya sosialisasi keselamatan maritim serta langkah memperkenalkan diri kepada masyarakat luas, PT. Biro Klasifikasi Indonesia / PT. BKI (Persero) menggelar Workshop Keselamatan Industri Maritim bagi para insan media informasi di Graha BKI Lantai 8, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (26/2).
Sebagai salah satu badan klasifikasi tertua di Asia dan satu-satunya milik Indonesia, eksistensi BKI mutlak diperlukan sebagai representasi merah putih di kancah internasional.
Keberadaan perusahaan yang dalam sejarah pendiriannya dimotori oleh tokoh legendaris negeri ini, Alm. Ali Sadikin yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Maritim, merupakan penegasan bahwa bangsa ini ialah bangsa maritim.
Nilai penting BKI sebagai kebanggaan negeri, tentu membutuhkan dukungan dari banyak pihak, salah satunya adalah jurnalis atau media informasi yang berperan penting dalam penyampaian berbagai program BKI, yang tentunya demi kemajuan merah putih.
Terlebih pada saat ini BKI sedang gencar mempersiapkan diri untuk masuk ke dalam tahapan lanjutan menjadi anggota Ajax, yang tentu saja membutuhkan dukungan yang besar dari masyarakat Indonesia.
Para insan media informasi, khususnya para jurnalis yang tergabung di dalamnya, merupakan elemen penting dalam mendukung kemajuan dunia kemaritiman negeri ini. Para insan media inilah yang akan menyampaikan beragam informasi terkait perkembangan dunia kemaritiman kita, pun termasuk memberi kritikan dan masukan terhadap berbagai persoalan.
Inilah yang mendasari BKI dalam lingkup BUMN Hadir Untuk Negeri memberikan workshop tersebut kepada insan media yang selama ini banyak memberikan bantuan kepada BKI. Dengan diberikannya workshop ini, para insan media yang hadir akan memperoleh pengetahuan lebih tentang kemaritiman, keselamatan, hingga berbagai hal mengenai BKI itu sendiri.
Dan setelah pulang dari workshop ini, para insan media tersebut diharapkan semakin paham akan fungsi dan peranan BKI dalam menyongsong visi Indonesia sebagai poros maritim dunia dengan BKI sebagai World Class Clasifitaction Society.

Merampas Kehidupan Masyarakat, KIARA berharap pemerintah hentikan RCEP


 Indonesia saat ini tengah dipercaya menjadi tuan rumah perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) ke-25 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali pada tanggal 19-28 Februari 2019.
RCEP adalah bentuk kerjasama ekonomi dan perdagangan di kawasan ASEAN dengan enam Negara mitra ekonominya, yakni China, Jepang, Korea Selatan, India, Australia, dan New Zealand.
RCEP nantinya diarahkan agar menjadi pasar perdagangan bebas terbesar di dunia. Isu yang dirundingkan dalam RCEP tidak hanya mencakup perdagangan barang dan jasa, tetapi juga mencakup perlindungan investasi dan mekanisme penyelesaian sengketanya, E-Commerce, Government Procurement, perlindungan hak kekayaan intelektual.
Di dalam sektor perikanan, RCEP mendorong liberalisasi jasa perikanan tangkap, di mana negera-negara yang terlibat dalam RCEP akan melakukan penangkapan ikan di perairan Indonesia.
Hal ini tentu saja akan berdampak terhadap eksploitasi sumber daya perikanan Indonesia. Pada saat yang sama, jutaan nelayan tradisional di Indonesia yang tergantung kepada sumber daya perikanan harus bersaing dengan kapal-kapal besar penangkap ikan negara-negara pihak RCEP.
“Perundingan RCEP tidak akan memberikan dampak baik sedikitpun bagi kehidupan delapan juta orang nelayan tradisional di Indonesia. Sebaliknya, ini merupakan ancaman yang sangat serius bagi kedaulatan masyarakat,” tegas Sekretaris Jenderal KIARA Susan Herawati.
Selain akan meliberalisasi jasa perikanan tangkap, RCEP juga akan memuluskan investasi di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, khususnya sektor pariwisata bahari.
Pemerintah Indonesia saat ini tengah menggenjot investasi di bidang pariwisata dengan nama Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di 10 kawasan, di mana tujuh dari kawasan itu berada di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, yaitu Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kuta Mandalika, Labuan Bajo, Morotai, Wakatobi, dan Kepulauan Seribu.
Pemerintah Indonesia menempatkan sektor pariwisata sebagai bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi, dengan target pada akhir 2019 nanti bisa mendapatkan devisa sebesar Rp. 280 triliun.
Proyek ini karena terbukti merampas ruang hidup masyarakat pesisir. Di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, sebanyak 312 keluarga berkonflik dengan sebuah perusahaan pariwisata dan terancam dikriminalisasi.
Di Mandalika, NTB, lebih dari 300 keluarga nelayan diusir dari kawasan pesisir dan kehilangan wilayah tangkapan. Sementara itu,  di Labuan Bajo lebih dari 1.700 keluarga nelayan kehilangan ruang tangkapan.
Fakta-fakta ini akan terus terjadi pada tempat lain di Indonesia, yang akan dijadikan kawasan pariwisata.
“Melalui RCEP, investasi pariwisata semakin diperkuat. Untuk kepentingan pemerintah akan banyak melakukan deregulasi guna menyesuaikan dengan kepentingan investasi. Dalam hal ini, masyarakat pesisir tetap akan menjadi korban,” lanjutnya.
Labih jauh, Susan meminta pemerintah untuk tidak melanjutkan perundingan RCEP karena tidak akan memberikan apa-apa bagi masyarakat pesisir di Indonesia.
“KIARA meminta Pemerintah Indonesia untuk menghentikan perundingan RCEP karena tak memiliki dampak baik bagi kehidupan masyarakat pesisir,” pungkasnya.

Kabar Poros Maritim Dunia

LAPORAN  OECD 2016 memproyeksikan bahwa ekonomi maritim dunia akan berkembang dua kali lipat (USD 3 triliun) pada 2030. Proyeksi ini mengg...